Showing posts with label tips merawat karburator. Show all posts
Showing posts with label tips merawat karburator. Show all posts

Sunday, 26 June 2011

Awas! Langsam Kekecilan Bikin Pelumasan Enggak Sempurna


 
Sebagian dari kita sering merasa lebih nyaman ketika mesin langsam putaran mesin dibuat sangat rendah. Alasannya sih, katanya biar mesin terdengar halus, ada lagi yang bilang biar enggak boros BBM. Tapi, perlakuan ini justru salah loh!

"Oli mesin bisa tidak melumasi semua komponen, khususnya yang posisinya cukup jauh dari pompa oli. Misalnya di kepala silinder," buka Ades Fajarudin, Training Cordinator, PT TVS Motor Company Indonesia (TVS-MCI).

Lebih jauh, pria yang menjabat sebagai "gurunya" mekanik TVS se-Indonesia ini menjelaskan kalau pompa oli bekerja berdasarkan putaran mesin. Ketika putaran mesin kekecilan, maka tekanan oli juga akan berkurang.

Saat mesin melaju dengan kecepatan tinggi pasti tidak ada masalah karena tekanan oli juga akan tinggi. Tapi ketika motor berhenti atau saat terjebak macet, gesekan di kepala silinder dan komponen lainnya bisa tidak terlumasi.

"Sebagai contoh, pada TVS Neo untuk mendapatkan pelumasan yang sempurna dibutuhkan tekanan oli 4,8 liter/menit. Untuk mencapai tekanan tersebut dibutuhkan minimal langsam 1.450 rpm," jelas Ades.

"Jadi sebaiknya gunakan setelan langsam sesuai anjuran pabrikan. Atau jangan setel langsam terlalu kecil," tutupnya.  
 

Memilih Intake Manifold Paling Tepat

Lagi ngetrend, karbu motor jenis sport 2 tak diaplikasi di bebek 4 tak. Praktisnya, intake manifold juga ikutan diganti dan pakai sambungan joint karbu, lantaran karbu menganut model sok. Tapi awas, jangan sampai kejebak salah pilih model intake manifold.


Di pasaran variasi, ada yang murni dipakai balap dan harian. Bagaimana memilih intake manifold yang ideal buat karbu dengan sistem pemasangan model sok, untuk harian dan konsumsi balap ?.

Pedoman awal bisa ditinjau dari dimensi atau tinggi intake manifold. Buat konsumsi harian atau jangkauan buat touring, idealnya memakai intake manifold dengan dimensi lebih tinggi berbahan diral campuran almu dan dilengkapi dengan karet joint karbu.

Tinggi intake manifold dimaksudkan, agar campuran gas segar tak terlalu pekat untuk mengikuti proses pembakaran. Selain itu juga menghindari timbulnya asap hitam efek terlalu boros. Perhatikan juga bagian vital penampang leher angsa terutama bagian titik dudukan bautnya.

Pastikan bidangnya lebih lebar, agar kerapatan joint karbu lebih terjamin dan tak mudah bocor saat mengalami pemuaian. Dan ingat, intake manifold yang dipakai harian ini, usahakan untuk spare karet joint karbunya, memiliki persamaan desain dengan motor sport yang beredar di Indonesia. Misalnya mirip dengan joint karbu Suzuki TS-125 atau TRS. Agar ketika mengalami retak atau pecah mudah dalam penggantiannya. 

Ada lagi intake manifold berbahan karet olahan Teflon, idealnya hanya bisa dipakai harian. Kelebihannya intake manifold jenis ini mudah menyiasati untuk menghindari percikan air hujan, sebab untuk menyiasatinya cukup diputar membelakangi arah tekanan angina dengan mengendorkan baut klem.    

Sedang untuk kebutuhan balap, intake manifold dapat dipilih dengan kontur sependek mungkin. Toh disini unsur terlalu pekat nya gas segar, tak menjadi problem. Dan penekanannya justru lebih ke hasil seting karbu. Lebih singkat nya jarak tempuh gas segar atau makin pendek nya intake manifold, lebih jadi pilihan tuner.
 

Wednesday, 15 June 2011

Cara Membersihkan Karburator

Karburator memiliki peran yang sangat vital bagi kendaraan Anda. Jika perawatannya tidak baik, maka besar kemungkinan motor menjadi rewel dan bisa ngadat saat Anda kendarai. Untuk itu membersihkan karburator, paling tidak 3 bulan sekali. Karena kalau sering dibongkar pasang dapat membuat baut cepat aus. Lalu, bagaimana cara membersihkannya?



1. Bersihkan filter udara/penampung debu
Lepaskan filter udara yang terpasang pada mulut karburator, lepas busa filter lalu bersihkan dengan cairan pembersih, kemudian biarkan kering sendiri. Jangan dibersihkan dengan cara disemprot udara bertekanan tinggi, karena dapat menyebabkan rusaknya pori-pori busa filter tersebut.

2. Bersihkan karburator
Buka karburator dengan cara melepas baut-baut pengikat, tutup karburator, katup cuk/choke, kran bensin. Gunakan kunci yang sesuai agar alat-alat tersebut tidak gampang dol. Lepas komponen-komponen karburator lalu tempatkan dalam wadah yang berisi cairan pembersih, biar gampang gunakan cairannya bensin. Lepas mangkok karburator, pelampung dan jarum pelampung, main jet, pilot jet, dan yang lainnya. Hati-hati terhadap parts yang kecil-kecil dan seal/karet pelindung, tempatkan dalam wadah yang mudah terlihat, agar nanti saat pemasangan tidak bingung mencarinya.

Jika sudah terlepas semuanya maka bersihkan karburator dengan kuas, lalu semprot lubang-lubangnya dengan udara bertekanan tinggi. Gunakan amplas halus untuk membersihkan kotoran pada spuyer-spuyer, Jangan terlalu banyak mengamplasnya, karena dapat menyebabkan perubahaan ukuran diameter spuyer. Setelah bersih, pasang kembali spuyer-spuyer tersebut. Gunakan obeng spuyer dan pengecangannya jangan terlalu keras, cukup gunakan dua jari pada ujung obeng.

3. Setel tinggi pelampung
Sebelum dipasang komponen-komponen karburator, jangan lupa untuk mengatur tinggi pelampung bensin dengan menggunakan jangka sorong/stigmat.

4. Rakit karburator
Pasang kembali bagian-bagian karburator yang tadi dilepas. Rakit karburator dan filter udara dengan dipasangkan kembali pada lubang mesin. Lalu setel kongdisi langsam motor pada keadaan mesin hidup. Setel spuyer angin-angin dengan cara memutar searah jarum jam smpai mentok, lalu putar balik beberapa putaran sesuai dengan standar mesin atau kondisi mesin motor kita.

Setel juga baut penyetel langsam yang terletak di pinggir badan karburator. Setel pada keadaan panas mesin yang ideal. Setelan putaran mesin jangan terlalu rendah atau pelan, hal ini dapat menyebabkan oli tidak dapat naik karena tidak terpompa akibat rendahnya putaran mesin.

Sumber: Dari Berbagai Sumber

KARBURATOR MBEREBET

Nha artikel kali ini akan mengangkat kasus honda New MegaPro, dengan keluhan yang sama yaitu karburator mbrebet dan langsung macet.



Tapi jangan berpikiran negatif dulu ya... kita simak bareng-bareng apasih penyebabnya?
Setelah diperiksa oleh pihak ASTRA HONDA ataupun AHASS memang keluhan itu benar adanya tapi bukan berarti kerusakan pada karburator lho..! melainkan disebabkan oleh sebab-sebab lain, diantaranya karena kelalaian atau ketidak pahaman si pemilik motor tentang dampak negatif atas kelalaiannya itu terhadap kinerja part-part tertentu.

Konsumen yang kurang paham dan kebetulan motor yang dimilikinya mengalami kasus diatas mungkin akan langsung menyimpulkan bahwa ini kesalahan pabrik atau menyalahkan bahan materialnya yang tidak berkualitas..

Ok semuanya nha jelasin penyebabnya. apa aja sih yang bisa membuat motor New MegaPro mberebet yang ujungnya macet itu?
  • Karburator mberebet bisa disebabkan diantaranya karena pemilik motor tersebut menyimpan mantel atau jas hujan pada bawah jok, yang memang seharusnya bukan tempat bagasi atau penyimpanan barang, tetapi bawah jok itu adalah tempat masuknya udara lewat filter, sehingga kalau ruang tersebut tertutup mantel atau jas hujan maka udara tidak dapat masuk kedalam filter. Karena udara yang masuk ke ruang bakar yang akan bercampur dengan bensin sangat minim, akibatnya motor jadi mberebet dan macet.
  • Penyebab lainnya pada kasus yang sama yaitu ditemukannya pemilik motor sengaja membuka atau mencopot tutup filter udara, dengan alasan pencopotan tutup filter berbahan viscos ini adalah agar suaranya lebih garang. Padahal pencopotan tutup filter tersebut akan menyebabkan banyak kotoran atau debu yang masuk ke dalam karburator dan selanjutnya menempel ke skep karburator. Akibatnya, skep tidak bisa bergerak naik turun dengan baik. Apalagi per (pegas) di karburator ini sangat kecil dan berabada dengan per yang terdapat pada karburator type motor lainya. Sehingga hal ini akan sangat berpengaruh pada sistem suplai udara.
  • Perlu diketahui juga buat pemilik New MegaPro (saat motor di cuci) untuk menghindari penyemprotan dengan air bertekanan tinggi, terutama penyemprotan dari bawah tutup tangki. Karena di tutup tangki ada lubang fentilasi yang asangat kecil dan bisa dimasuki air, dikhawatirkan air akan menyumbat udara yang masuk ke tangki saat proses pernafasan dan meneyabkan bensin sulit turun ke karburator.
  • Selain itu jangan pernah membersihkan atau menyemprot saringan udara dengan tekanan angin, menggosok terlalu keras atau jangan sampai dicuci dengan bensin dan sebagainya. biarkan saja , tidak usah dibersihkan karena bahanya terbuat dari viscos (kertas basah). Kalau dicuci dikwatirkan kertas akan hancur sehingga justru akan menutup pori-pori filter.


Yapzz..
itulah sedikit ulasan yang mungkin bisa membantu teman-teman semua yang kebetulan memiliki keluhan yang sama..

razz
Semoga bermanfaat..
tq

sumber

Saturday, 28 May 2011

Cara Setting Karburator Sepeda Motor..

Cara Setting Karburator Sepeda Motor..
__________________________________________________ __________________________________________

Karburator dapat diartikan sebuah jantung bagi sepeda motor kita gan. Karena, tanpa piranti penyuplai bahan bakar ini, mesin motor tak akan berfungsi. Untuk itulah perlu adanya perhatian khusus terhadap part ini. Adanya kendala yang menghambat aliran bahan bakar pada karburator, dapat membawa masalah pada tunggangan kesayangan anda. Perawatan maupun setting karburator bisa dilakukan sendiri. Akan tetapi, karena adanya bagian- bagian penting yang ada di dalam karburator ini, apabila agan masih kurang yakin untuk mencobanya sendiri, lebih baik menyerahkan kepada yang ahli.
__________________________________________________ __________________________________________
Quote:


Langkah awal yang harus dilakukan sebelum menyetel karburator adalah dengan melihat spesifikasi dari tipe motor. Karena setiap tipe, spesifikasi yang ada pada jeroan karbunya pasti berbeda. Sebagai contoh, Satria F150 mempunyai Main Jet berukuran 112,5 mm, 12,5 mm untuk Pilot Jet dan 1 ¾ untuk putaran Pilot Air Screw-nya.

Kita juga bisa melihat kondisi motor. Apakah sudah ada perubahan ataupun penambahan pada parts pendukung, seperti knalpot racing atau yang lainnya. Karena adanya pergantian ini bisa mempengaruhi setelan pada karburator. Jika mendapati hal ini (sudah ada part pendukung), spesifikasi pada karbu pun harus ada perubahan. Jeroan pada karbu harus dirubah 2,5 – 5 step dari spek standard.
Jika semua kondisi karburator sudah dicek, tiba giliran kita untuk menyetelnya. Hidupkan mesin motor, pertahankan gas pada RPM 1.500 – 1.600. Kemudian, putar setelan udara (pilot air screw) sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan mengacu pada standarisasi yang sudah ada, kita akan mendapatkan hasil setingan yang sempurna.

Cara Setting Karburator Motor

Cara Setting Karburator Motor

Tugas utama karburator adalah mencampur Bahan Bakar (BB) + Udara (O2). Kira-kira dengan perbandingan range nya BB : O2 adl 1 : 13-15. Pokoknya gmn caranya biar mesin dapet suplai campuran segitu.

Kenapa pake range, padahal teori di buku2 pembakaran ideal itu 1:14?

Jwbannya adl Karena kondisi mesin & linkungan mempengaruhi settingan campuran BB:O2.


Misal:

Kompresi makin tinggi BERARTI mesin makin panas BERARTI butuh suplai BB lebih banyak biar mesin gak jebol.
Humidity (kelembaban) lingkungan makin tinggi BERARTI campuran BB terkontaminasi air, BERARTI campuran makin miskin, BERARTI bensin hrs lebih banyak.
Suhu lingkungan rendah BERARTI suhu kerja mesin turun BERARTI bensin harus dikurangi agar suhu kerja mesin jadi ideal.
Knalpot bobokan (Free flow) BERARTI rpm makin tinggi BERARTI suhu mesin meningkat BERARTI butuh BB makin tinggi.
Dan masih banyak lagi parameter yg harus diperhatiin termasuk desain lubang masuk pada blok yg b’pengaruh dg settingan spuyer sebagai penyalur BB.
Itu teori dasarnya.

Setting Karbu:

Karbu pny 2 spuyer :

Satu buah main jet (tuk NSR std ukurannya 130) yg berperan meyalurkan BB saat bukaan gas sekitar setengah putaran keatas
Satu buah pilot jet (NSR std ukurannya 45) yg berperan menyalurkan BB dari putaran gas 0 derajat sampe penuh, cm efek dari pilot jet ini bisa dikatakan tidak terlalu signifikan pada bukaan gas penuh N rpm mesin yg sudah tinggi.
Hal lain yg berpengaruh dengan setingan termasuk :

Ukuran Venturi karbu
Jarum skep
Stelan angin
Power jet.
Venturi karbu makin besar maka makin banyak udara yg lewat shg butuh spuyer lebih besar baik pilot atau main jetnya spy campuran bisa pas.

Trus kapan kita membesarkan ato mengecilkan spuyer2 tadi?

Sebelumnya hrs tahu dulu gejala2 mesin saat kekurangan BB dan kebanyakan BB:

1. “Ngempos” adalah gejala mesin spt kehilangan tenaga yg disebabkan kekurangan BB

2. “Mberebet” adl gejala mesin yg sebenernya dirasa padat cm tenaga seperti tertahan dan kadang dibarengi dengan suara benturan logam kalo settingannya terlalu basah.

Berarti kl NGEMPOS mesin butuh BB, kl BREBET mesin kebanyakan BB.

Kasus-Kasus

Nah berikut kasus2 yg sering terjadi krn masalah pilot jet :

Motor kl pagi susah hidup krn begitu gas dibuka ngempos terus mati ya berarti naekin pilot jet.
Motor dah jalan tapi sering tiba2 kehilangan tenaga saat putaran gas N putaran rendah berarti naekin pilot jet
Motor sering over heat saat jalan pelan berarti minta naek pilot jet
Motor brebet di putaran bawah tapi enak di put atas berarti pilot jet kebesaran.
Motor gak pake di cuk kl pagi N bisa langsung start
(ini jg gak normal) berarti pilot hrs turun.

Kesimpulannya, kl ada gejala ngempos,suhu tinggi diputaran yg relatif rendah maka minta naek pilot jet, N kl ada gejala brebet di put rendah jg maka pilot hrs turun.

Trus tuk kasus2 mainjet:

Mtr dibawa kebut2an sampe putaran atas trus begitu finish jalan pelan2 jadi ngempos dibarengi asep ngebul BERARTI suhu saat putaran tinggi meningkat drastis BERARTI main jet minta naik
Nafas motor di putaran atas terlalu panjang berarti mainjet minta naik.
Mtr ngelitik padahal yg lain normal BERARTI suhu mesin SANGAT TINGGI saat putaran atas BERARTI main jet minta naik.
Motor Brebet di put atas saja berarti main jet minta turun
dll
Kesimpulannya, jika mtr Brebet di put atas berarti main jet hrs turun, jika mtr suhunya tinggi di putaran atas berarti main jet minta naik.

Note:

Setiap ada perubahan ukuran spuyer wajib setting angin
Jangan berpatokan pada indikator suhu di dashboard tuk panduan setting krn pasti gak sesuai, ini butuh joki yg feelingnya dah kuat.
Adakalanya detonasi tdk bisa diobati dengan naekin spuyer jika detonasinya sudah parah. Ini berarti ada ketidaknormalan pada komponen mesin lainnya.

By Adi_NSRClub
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...